Perjalanan terakhir


Tinggal beberapa langkah hingga aku sampai ke semenanjung dan melewati laut hingga pulau-pulau di sekitarnya. 

Aku membawa banyak surat yang kusimpan di karung siap mengantarku hingga ke perbatasan.
Entah milik siapa yang akan memutilasi ginjal sampai jantungku.
Tapi aku lega sebab kabarnya karang akan mengantarkan sisa-sisaku dan membacakan surat ini untuk kematianku. 

Aku meniup abuku supaya ia terbang menyampaikan hari-hari sebelum mengucapkan selamat tinggal.
Berbisik kepada langit dan sebagian rerumputan di dasarnya.
Kepada sungai-sungai juga pantai serta kepada ibu dan ayahku.

Tinggal beberapa langkah hingga aku berhenti mengucapkan namaku.
Dan seorang petani yang anaknya baru melahirkan memberi anaknya wejangan agar tak mendewasa sebelum akhir jaman.

"Seorang kakak melaut, tapi ia tak pernah membawa ikan."

Di semenanjung, aku meratapimu dan meratapiku.
Sebab mungkin kita memang dikutuk untuk merdeka.


Comments

Popular posts from this blog

Riwayat si Tuan dan si Puan

Yang fana adalah waktu, kamu abadi.

Rekonsiliasi