Yang fana adalah waktu, kamu abadi.
Kala itu hari Rabu. Kita duduk berdua di satu ruang belajar—yang memang tersedia di tempat kamu. Barangkali, kita—kamu juga aku—telah menyentuh ambang atas dari defenisi lelah. Jadi alih-alih belajar demi persiapan ujian, kita malah berdebat tentang penalaran puisi; yang sampai negara ini bersalju pun, apa-apa yang kita diskusikan tidak akan pernah keluar dari balik kertas ujian. Tidak akan pernah, sayang.
Tapi aku tetap menyukai perdebatan di rabu sore yang mendung seharian itu. Barangkali langit juga sungkan menginterupsi kita; dengan meredam suara kamu, dengan meredam suara degup jantung, punyaku.
"Tapi waktu itu tidak fana, Cantik. Dia ada dan nyata."
Kala itu, aku ingin menginterupsi kamu. Tapi ada sesuatu yang bernama insting, yang menjadi rem atas mauku. Katanya, kamu masih mau berbicara. Jadi aku menunggu dalam diam.
"Waktu itu ada, nyata, dan teramat penting; mirip kamu."
Telinga kamu memerah selesai berucap. Dua mata coklat itu juga mengalihkan perhatiannya, bukan ke aku lagi. Namun aku tidak mempermasalahkan hal tersebut.
Aku tidak mempermasalahkan apapun.
Karena, aku juga sama salah tingkahnya dengan kamu. Jadi, aku biarkan saja kita berdiam diri sambil menikmati kupu-kupu mengitari perut selama tiga menit penuh.
Sekalipun memang benar kalau yang fana adalah waktu; tapi kamu abadi.
Berhadapan dengan kamu membuat orientasi waktu begitu kabur. Bertemu kamu, membuat defenisi waktu selalu gagal memaknai cukup.
Aku tak tahu apa satu jam itu pas, tiga bulan sebentar, atau 7 tahun ternyata lama.
Yang aku tahu hanya tahu satu; satuan waktuku akan kamu adalah fana.
Sebab, cukup tidak pernah ketemu. Karena barangkali; selamanya adalah jawab.
Yang fana adalah waktu.
Tapi kamu abadi, sayang.
Di ingatanku, dan mengakar, diseluruhku.
Selamanya, kamu abadi.
Selamanya, kamu ada.

This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteAaawwww. Akhirnya Nona Amerta comeback dengan tulisan manisnya yang membuai dan melenakan para pembaca. Luvvvv. Seperti biasa, tulisan-tulisan cantik yang tidak pernah gagal.🌷🌷💗💗
ReplyDeletemakasihhhh yang tulisannya juga gak pernah gagal 🦋🖤
Delete