Aku mencintaimu



Cintaku tak diserahkan oleh netra dan aksara, sulit untuk ditemukan alasannya. Namun satu yang pasti, wahai janitra. Kalbu ini selalu bergelora acap kali kita saling berbincang walau lewat perantara.

Hari dimana mataku menangkap keberadaanmu, hatiku berharap sekeras dan sedalam seperti jika kamu adalah bintang jatuh—dan aku menjadi arahmu. 

Bentala, aku mencintaimu seperti pesisir pantai yang selalu dihantam oleh kerasnya ombak tak membuatnya surut. 

Aku mencintaimu seperti tanah yang tetap subur walau kemarau panjang mengoyak unsur di dalamnya. 

Aku mencintaimu, sesederhana mentari dengan setia menyinari bumi tanpa mengharapkan balasan.

Aku mencintai kamu—karena kamu.

Bentala sayangku, aku mendeskripsikanmu lewat ribuan kata yang ada. Tak apa jika tak seperti ikatan diluaran sana. Ini caraku untuk memberi kasih padamu—Kupastikan, engkau, sang pujangga yang akan melegenda dalam lantunan diksi rampungku.

Comments

Popular posts from this blog

Riwayat si Tuan dan si Puan

Yang fana adalah waktu, kamu abadi.

Rekonsiliasi