nina adalah anugerah terindah.
Dia sosok adik yang nyebelin, nggak pernah bisa berhenti tengil, dan selalu cari cara buat gue marah. Dia pinter, supel, dan aktif. Nggak heran temennya banyak. Nina anggap dirinya sulit diajak bicara serius. Beberapa kali gue lihat dia diam termenung, memutar lagu yang sama sampai jengah. Dan gue lebih dari tau siapa alasannya.
Selera gue dan dia cukup mirip kalo soal penampilan.
Masa kuliah nina menyenangkan. Gue memutuskan ngekos bareng sama dia karena kita dinaungi almamater yang sama. awalnya berisik. Nina pasti bawa temen kuliahnya ke kos. jadi mahasiswa baru buat dia melangkah kesana kemari. ditawari organisasi ini mau, ditawari jadi anggota DPMF itu juga mau yang pada akhirnya menyisakan satu saja yaitu himpunannya.
Kuliahnya biasa aja, seenggaknya IPK-nya bukan tiga ke bawah. anaknya sering sambat walaupun malamnya tetap saja dilakoni seluruh rutinitas rapatnya atau kuliahnya.
Sebagai kakak, gue juga nggak menentang. Gue bangga dengan perkembangannya. Kalo ada yang cerita soal nina gue bakal balas menimpali dengan semangat. Iya itu nina, adik gue, keren kan? nggak pernah sekali pun terlintas pencapaian nina akan membuat gue minder. Justru gue mau dia melampaui gue. Raih sebanyak-banyaknya di kampus ini, capai sejauh-jauhnya prestasi meskipun di luar akademis. Sederhananya, gue cuma mau dia bahagia. Kalo rumah bikin nina kesepian, cerita di kampusnya yang hebat mungkin bisa mengalihkan kesendiriannya.
Nina adalah anugerah terindah yang dikirim oleh tuhan, papa, dan mama.
'doa gue selalu sama dari tahun ke tahun. Soal umurnya yang panjang semoga tercapai, dan doa gue soal kebahagiaannya semoga bisa dia raih di sana.
Gue harap lo bisa dapetin apa yang belum pernah lo dapetin di sini. Semoga lo bukan lagi nina yang memendam dukanya supaya gue nggak merasa hancur dan semoga lo nggak lagi ngerasa kesepian. Semoga lo bisa makan semua makanan kesukaan lo.
Semoga, semoga lo tetap bahagia.

Comments
Post a Comment