Technicolor Dreams
Mulanya tak disangka kabut yang menerpa hati bisa menjadikannya sebuah rasa yang berujung menjadi asa.
Pada nestapa keduanya menyala pada rasa dimana hati berada, namun tak pernah disangka bahwa asa kan menjadikan rasa lara selamanya yang berakhir temaram pada enigma sang pencipta.
Saya mencintai kamu, sebagaimana wanita mencintai pria yang disukainya. Saya ingin kamu yang menjadi takdir pendamping hidup, menemani dan saling mencintai sampai akhir hayat nanti.
Saya mencintai kamu, sesederhana tetesan hujan yang membasahi tanah. Sesederhana kicauan burung dipagi hari. Sesederhana bagaimana mentari dengan setia menyinari bumi.
Saya mencintai kamu, karena kamu—Bentala.

Comments
Post a Comment