Tak ada hati yang tak patah : I

Setelah perjalanan panjang yang menyenangkan, pada akhirnya kapal itu tak pernah berlabuh jua.

Ia hanya menyusuri samudera, beratus-ratus kilometer dari tempatnya beranjak. Hingga berita sampai kepada sang nahkoda, bahwa pulau jalak lawa menyimpan harta karun di dalam sana. 

Lantas tangannya memuntir roda kemudi tanpa jeda. Tak menetap, maka kembali mengarunglah ia.

Bumantara, kaulah sang nahkoda. Dan akulah pulau yang kau tinggalkan.

Kau tak pernah berlabuh, justru hanya datang untuk singgah. Barangkali aku terlalu kecil untuk dirimu yang seluas samudera.

Kemudian kau akan pergi, Dan aku tetap tinggal. 

Comments

Popular posts from this blog

Riwayat si Tuan dan si Puan

Yang fana adalah waktu, kamu abadi.

Rekonsiliasi